Rabu, 19 Mei 2010

Windows Management Instrumentation

Windows Management Instrumentation
Windows Management Instrumentation (atau disingkat menjadi WMI) adalah implementasi yang dilakukan oleh Microsoft untuk arsitektur Web-Based Enterprise Management (WBEM) dan Common Information Model (CIM) (yang dipublikasikan oleh Distributed Management Task Force) yang sering dilakukan untuk melakukan manajemen jaringan di dalam sebuah jaringan yang besar (kelas enterprise). Para Administrator dapat menggunakan WMI untuk memantau dan mengontrol komputer, perangkat jaringan dan beberapa aplikasi yang dimiliki oleh sebuah jaringan melalui Internet dengan menggunakan sebuah penjelajah Web standar, seperti halnya Internet Explorer. WMI merupakan sebuah aplikasi yang mendukung penuh standar WBEM dan menggunakan Common Information Model (CIM) untuk mendeskripsikan objek-objek jaringan yang dapat diatur (seperti halnya layanan, proses, berkas dan lain-lain.
Dukungan terhadap WMI telah dimasukkan semenjak
Windows 2000, Windows XP serta versi-versi Windows selanjutnya telah mendapatkannya secara langsung. Untuk Windows 95, Windows 98 dan Windows NT 4.0, WMI tersedia sebagai tambahan yang dapat di-download dari situs Microsoft.
WMI mengizinkan beberapa bahasa skrip seperti halnya
VBScript atau Windows PowerShell untuk melakukan manajemen terhadap komputer pribadi yang difungsikan sebagai komputer desktop atau komputer server berbasis Microsoft Windows, baik secara lokal maupun secara remote. Microsoft juga menyediakan sebuah perangkat bantu berupa program command-line terhadap WMI, yang disebut sebagai Windows Management Instrumentation Command-line (WMIC) yang hanya tersedia di dalam Windows XP Professional, Windows Server 2003, Windows Vista, dan Windows Server 2008.
Tujuan WMI
Tujuan dibuatnya WMI adalah untuk mendefinisikan sekumpulan spesifikasi yang terbebas dari lingkungan dan bersifat tidak proprietary yang mengizinkan informasi manajemen dapat digunakan bersama-sama antara aplikasi-aplikasi manajemen yang berjalan dalam beberapa
sistem operasi kelas perusahaan besar (enterprise). WMI dapat bekerja dengan baik dengan teknologi manajemen yang sebelumnya telah ada, yakni Desktop Management Interface (DMI) dan Simple Network Management Protocol (SNMP).
Cara kerja
WMI dalam
Windows NT 5.x mencakup dua komponen utama:
Sebuah tempat penempatan objek (dusebyt sebagau WMI object repository) yang mendukung standar CIM dan digunakan untuk menyimpan informasi yang dapat dikumpulkan dari
perangkat keras dan lunak yang dapat diatur dengan menggunakan WMI.
CIM Object Manager, yang mengumpulkan informasi dari beberapa penyedia WMI (disebut dengan WMI Provider) dan menyimpannya di dalam WMI object repository.
WMI Provider berfungsi sebagai perantara antara objek-objek jaringan yang sedang diatur dan WMI itu sendiri. Sebagai contoh, WMI registry provider mengizinkan beberapa informasi untuk dapat dikumpulkan dari registry yang terletak di dalam komputer jarak jauh dan disimpan di dalam repository. Untuk beberapa protokol lainnya, seperti halnya protokol
Simple Network Management Protocol (SNMP), jika sebuah komputer hendak mengumpulkan informasi perangkat-perangkat yang dapat diatur dengan SNMP, maka SNMP provider harus mentranslasikan informasi tersebut ke sebuah format yang cocok untuk WMI.
Beberapa komponen di dalam
Windows NT 5.x telah mendukung WMI, dan dapat diakses dari snap-in Microsoft Management Console. Komponen-komponen tersebut mencakup hal-hal berikut:
Logical drive, yang dapat digunakan untuk mengatur drive-drive dalam komputer lokal dan drive yang terdapat dalam komputer jarak jauh. Beberapa metode yang dapat dilakukan adalah menampilkan properti dari drive tersebut, mengatur pengaturan keamanan (
access control), dan melakukan beberapa tugas manajemen lainnya.
System properties, yang dapat digunakan untuk menampilkan dan memodifikasi properti sistem operasi di dalam komputer lokal dan komputer jarak jauh. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain memodifikasi pengaturan
memori virtual, melihat dan memodifikasi nama host dan NetBIOS serta nama domainnya, melakukan restart komputer dan beberapa tugas administrasi lainnya.
System information, yang dapat digunakan untuk menampilkan informasi sistem operasi yang sedang berjalan dalam sistem lokal maupun sistem jarak jauh, yang dapat digunakan untuk
troubleshooting sistem operasi.
Windows service dependencies, yang dapat digunakan untuk melakukan
troubleshooting beberapa masalah yang muncul akibat ketergantungan sebuah layanan dengan layanan lainnya.
Seorang Administrator dapat melakukan manajemen terhadap WMI dengan menggunakan MMC dengan menggunakan sebuah console yang disebut sebagai WMI Control, untuk melakukan beberapa tugas, seperti mengaktifkan pencatatan kesalahan, mengatur izin untuk akun pengguna dan group, dan melakukan backup terhadap CIM object repository.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki

Televisi

Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang memiliki arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum
gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
1876 - George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.
1884 - Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.
1888 - Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
1897 - Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.
1900 - Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
1907 - Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.
1927 - Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.
1929 - Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.
1940 - Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
1958 - Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.
1964 - Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.
1967 - James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
1968 - Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
1975 - Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.
1979 - Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.
1981 - Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.
1987 - Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
1995 - Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.
dekade
2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.
Memang benar banyak sebagian orang mengatakan kalau gambar yang dihasilkan TV LCD dan Plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi. Tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat berumur panjang jika kita memakainya terus-menerus jika kalau dibandingkan dengan TV CRT atau yang dikenal sebagai tivi biasa yang digunakan orang pada umumnya


Free CursorsMyspace LayoutsMyspace Comments
print this page